Substrat aquascape memiliki fungsi yang sangat vital dalam dekorasi maupun hal teknis yang berkaitan dengan dekorasi aquarium air tawar. Substrat merupakan media tumbuh bagi tanaman air, tempat menancap dan berkembangnya akar tanaman.
Melimpahnya nutrisi dan kelebihan cahaya pada awal-awal setting aquascape akan mengakibatkan munculnya alga. Bila dibiarkan maka alga akan terus berkembang sehingga dapat memenuhi keseluruhan aquarium.
Beberapa daun (seperti pada waterlily dan tigerlotus) menjadi tinggi ke arah permukaan air mencari cahaya
Blooming alga
Cara mengatasi:
Tingkatkan durasi nyala lampu jadi 10 jam/hari hingga gejala-gejala di atas hilang.
2.Kekurangan oksigen
Gejala:
Ikan berenang di dekat permukaan
Pertumbuhan tanaman air menjadi lambat
Blooming alga
Cara mengatasi:
Aturlah kadar CO2 dalam air. Bila kekurangan CO2, maka tanaman air tidak dapat berfotosintesis dan menghasilkan oksigen dengan baik.
3.Defisiensi potassium
Gejala:
Warna daun menjadi kuning
Blooming alga
Daun melengkung dan sedikit keriting
Cara mengatasi:
Tambahkan kadar potassium
4.Defisiensi zat besi
Gejala:
Warna daun menjadi kuning
Bila memiliki tanaman air tiger lotus, maka warna merah pada daunnya menjadi pudar
Blooming alga
Cara mengatasi:
Tambahkan zat besi
5.Defisiensi fosfat
Gejala:
Daun yang lebih tua rontok
Blooming alga
Cara mengatasi:
Tambahkan posfat
6.Kelebihan fosfat
Gejala:
Air menjadi seperti berkabut
Cara mengatasi:
Ganti air
Kurangi dosis pemberian pakan ikan
7.Kekurangan kalsium
Gejala:
Warna daun menjadi kuning
Daun baru terlihat rusak, rapuh, dan rontok
Cara mengatasi:
Tambahkan kalsium
8.Kekurangan magnesium
Gejala:
Warna daun mejadi kuning sementara tulang daun tetap berwarna hijau
Muncul bercak cokelat pada tanaman air
Blooming alga
Cara mengatasi:
Tambahkan magnesium
9.Kekurangan nitrat
Gejala:
Pertumbuhan tanaman air menjadi lambat
Tepian daun menjadi pucat
Akar tanaman tumbuh secara berlebihan
Blooming alga
Cara mengatasi:
Tambahkan nitrat
10.Cryptocorrine disease
Masalah ini sering muncul pada tanaman air dengan genus Cryptocorine, dimana daun-daun menjadi rontok. Hal ini dapat terjadi karena pergantian air yang ekstrim atau penanaman berulang-ulang pada satu tanaman Cryptocorine yang sama sehingga terjadi stress. Bila akar tanaman masih dalam keadaan baik, maka masalah ini akan segera hilang, diawali dengan munculnya daun-daun baru.